1.1  Latar Belakang

Dalam menjalankan proses pembelajaran, setiap guru tidak dengan seenaknya untuk mengajar tanpa disesuaikan dengan situasi, kondisi serta tujuan pembelajaran itu sendiri.

Di sekolah terdapat banyak mata pelajaran, dan tiap mata pelajaran mempunyai tujuan-tujuan sendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut setiap guru memilih metode manakah yang paling tepat atau sesuai untuk mata pelajarannya. Adakah kecakapan guru untuk dapat menentukan metode mana yang mudah membawa anak ke tujuan tersebut.

Guru harus menggunakan variasi metode dalam mengajar memilih metode yang tepat untuk setiap bahan pelajaran agar siswa tidak mudah bosan. Dan mampu membawa suasana baru dalam tiap pelajaran, tentunya dengan memperhatikan tujuan dari pelajaran tersebut

 

1.2  Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian metode pembelajaran?
  2. Bagaimana prinsip-prinsip dalam menggunakan metode pembelajaran?
  3. Apa saja metode-metode dalam pembelajaran?

 

1.3  Tujuan

  1. Menjelaskan pengertian metode pembelajaran.
  2. Menjelaskan prinsip-prinsip dalam menggunakan metode pembelajaran.
    1. Menjelaskan macam-macam metode dalam pembelajaran.

 

2.1 Pengertian metode pembelajaran

Menurut Khan (2012) metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas sebagai upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dengan metode pembelajaran yang telah di rancang oleh tiap guru, diharapkan suasana pembelajaran di kelas dapat menjadi tidak membosankan dan mampu diterima oleh setiap siswa.

2.2 Prinsip-prinsip metode pembelajaran

Memilih macam-macam metode pembelajaran sangat penting untuk diperhatikan agar penyampaian materi berlangsung sempurna. Memperhatikan macam-macam metode pembelajaran bukan hanya dari sisi baik buruknya, namun juga fungsinya. Antara macam-macam metode pembelajaran yang satu dengan yang lain saling berhubungan. Oleh karena itu dibutuhkan kreativitas yang tinggi bagi seorang guru. Pemilihan metode ini berdasarkan prinsip-prinsip:

  1. sifat dari pelajaran
  2. Alat-alat yang tersedia
  3. Besar atau kecilnya kelas
  4. Tempat dan lingkungan
  5. Kesanggupan guru
  6. Banyak atau sedikitnya bahan
  7. Tujuan mata pelajaran itu

 

2.3 Macam-macam metode dalam pembelajaran

  1. 1.        Metode Ceramah

Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah peserta didik yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Metode ceramah dipandang monoton, karena penyampai informasi seperti ini tidak mengundang umpan balik.

Langkah-langkah di bawah ini dapat dipakai sebagai petunjuk untuk mempertinggi hasil metode ceramah:

  1. Tujuan pembicaraan (ceramah) harus dirumuskan dengan jelas.
  2. Setelah menetapkan tujuan, harus diteliti sesuaikah metode ini dengan tujuan. Sering terjadi setelah melihat tujuan dan metode ternyata untuk keperluan ini lebih tepat digunakan metode lain. Menyusun ceramah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1)        Bahan ceramah dapat dimengerti dengan jelas, maksudnya setiap pengertian dapat menghubungkan pembicaraan dengan pendengar dengan tepat.

2)        Dapat menangkap perhatian siswa

3)        Memperlihatkan kepada pendengar bahwa bahan yang mereka peroleh berguna bagi kehidupan mereka.

  1. Menanamkan pengertian yang jelas. Hal ini dapat dilaksanakan dengan berbagai jalan. Salah satu diantaranya adalah guru memulai pembicaraan dengan suatu ikhtisar/ringkasan tentang pokok-pokok yang akan diuraikan. Kemudian menyusul bagian dari pokok bahasan yang merupakan inti, dan akhimya disimpulkan kembali pokok-pokok yang penting dari pembicaraan itu. Jalan lain yang dapat ditempuh misalnya, untuk setiap ungkapan sulit, terlebih dahulu dikemukakan contoh-contoh. Guru terlebih dahulu mengemukakan suatu cerita singkat bersifat ilustratif, sehingga dapat menggambarkan dengan jelas apa yang dimaksud. Menangkap perhatian siswa dengan menunjukkan penggunaannya. Siswa akan tertarik bila mereka melihat bahwa apa yang di pelajari berguna bagi kehidupan. Sebuah teknik yang sering dapat menguasai perhatian siswa pada awal ceramah sampai selesai adalah dengan menghadapkan siswa pada pertanyaan. Dengan pertanyaan itu mereka diajak berpikir dan seterusnya mengikuti pembicaraan guru.

 

 

Alasan menggunakan metode ceramah:

  1. Ceramah dilakukan untuk membangkitkan atau menarik perhatian peserta didik atau memberikan gambaran umum tentang suatu persoalan supaya kemudian diselidiki atau dipelajari peserta didik.
  2. Ceramah dilakukan apabila bahan yang akan disampaikan dirasakan kurang atau sukar diperoleh peserta didik.
  3. Ceramah dilakukan apabila peserta didik mendapat kesulitan di dalam mempelajari sesuatu. Dalam hal ini lebih banyak berupa penjelasan.
  4. Ceramah dilakukan bila metode lain sukar digunakan. Misalnya ruangan sempit, murid banyak, buku atau sumber pelajaran kurang.

 

  • Kelebihan metode ceramah
  1. Guru mudah menguasai kelas.
  2. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar.
  3. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
  4. Mudah dilaksanakan

 

  • Kelemahan metode ceramah:
  1. Membuat siswa pasif.
  2. Mengandung unsur paksaan kepada siswa.
  3. Mengurung daya kritis siswa.
  4. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.
  5. Sukar mengontrol sejauh mana pemerolehan belajar anak didik.
  6. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
  7. Bila terlalu lama membosankan.
  8. Terkadang penafsiran murid dengan apa yang dijelaskan guru berbeda.

 

  • Aplikasi dalam pembelajaran

Jika guru akan menyampaikan pengajaran kepada sejumlah siswa yang besar (misalnya sekitar 75 orang atau lebih), maka metode ceramah lebih efisien dari pada metode lain seperti diskusi, demonstrasi atau eksperimen. Sebab dengan diskusi, guru harus mengatur siswa berkelompok dengan mengubah susunan kursi, sudah tentu dibutuhkan kelas yang besar. Juga guru akan mengalami kesulitan dalam mengawasi kelompok-kelompok yang berjumlah besar. Demikian pula untuk penyelenggaraan demonstrasi atau eksperimen untuk jumlah besar, selain alat-alat yang tidak mencukupi, pengelolaan pengajaran juga mengalami kesulitan.

Guru akan menyimpulkan pokok-pokok penting yang telah diajarkan, sehingga memungkinkan siswa untuk melihat lebih jelas hubungan antara pokok yang satu dengan lainnya. Misalnya, setelah guru selesai mengajarkan sejarah perjuangan bangsa, kepada para siswa ia memberi tugas untuk menjawab beberapa pertanyaan yang dikerjakan dirumah. Kemudian pada pelajaran berikutnya, guru membicarakan bersama tugas yang telah dikerjakan siswa, dan guru menyimpulkan garis besar sejarah tersebut.

 

  1. 2.        Metode Ceramah Plus

Metode Pembelajaran Ceramah Plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya. Ada tiga macam metode ceramah plus, diantaranya yaitu:
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT)
b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT)
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)

 

  • Kelebihan metode ceramah plus:

1.    Kelas lebih aktif karena anak tidak sekedar mendengarkan saja.

2.    Memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya sehingga Guru mengetahui hal-hal yang belum dimengerti oleh siswa.

3.    Guru dapat mengetahui sampai sejauh mana penangkapan siswa terhadap segala sesuatu yang diterangkan.

 

  • Kelemahan metode ceramah plus:
  1. Dengan tanya-jawab kadang-kadang pembicaraan menyimpang dari pokok persoalan bila dalam mengajukan pertanyaan, siswa menyinggung hal-hal lain walaupun masih ada hubungannya dengan pokok yang dibicarakan. Dalam hal ini sering tidak terkendalikan sehingga membuat persoalan baru.
  2. Membutuhkan waktu lebih banyak.
  3. Sistem pembelajaran si anak lebih ke arah hafalan (rote learning), sehingga akan kebingungan bila ditanya pengertian dan asal muasal suatu rumus
  1. 3.        Metode Diskusi

Metode ini bertujuan untuk tukar menukar gagasan, pemikiran, informasi/ pengalaman diantara peserta, sehingga dicapai kesepakatan pokok-pokok pikiran (gagasan, kesimpulan). Untuk mencapai kesepakatan tersebut, para peserta dapat saling beradu argumentasi untuk meyakinkan peserta lainnya. Kesepakatan pikiran inilah yang kemudian ditulis sebagai hasil diskusi. Diskusi biasanya digunakan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari penerapan berbagai metode lainnya, seperti: penjelasan (ceramah), curah pendapat, diskusi kelompok,permainan, dan lain-lain.

 

Peranan guru dalam diskusi:

  1. Menjaga jangan sampai pembicaraan nyeleweng
  2. Semua anggota harus aktif berpartisipasi
  3. Yang pemalu harap dibimbing agar ikut serta dalam kegiatan diskusi
  4. Menjamin tata tertib
  5. Jangan sampai suasana menjadi tegang
  6. Peserta didik harus mengerti masalahnya
  7. Harus ada kesimpulan diskusi

 

Tugas guru dalam diskusi:

  1. Memimpin diskusi sebagai pangatur lalu lintas
    1. Menunjukan pertanyaan pada peserta didik
    2. Menjaga tata tertib
    3. Mencegah dikuasainya oleh beberapa peserta didik
    4. Memberi kesempatan dan mendorong pada peserta didik yang pemalu
    5. Mengatur sehingga semua mengerti dengan jelas
    6. Sebagai dinding penangkis

Guru tidak menjawab semua pertanyaan, tetapi dipantulkan kembali pada peserta didik

  1. Sebagai penunjuk jalan
    1. Kalau pertanyaan peserta didik salah, guru harus membetulkan
    2. Kalau pertanyaan buntu, guru membantu memberikan pertanyaan

 

  • Kelebihan
  1. Mendidik siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat.
  2. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh penjelasan-penjelasan dari berbagai sumber data.
  3. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem bersama-sama.
  4. Melatih siswa untuk berdiskusi di bawah asuhan guru.
  5. Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri, menyetujui atau menentang pendapat teman-temannya.
  6. Membina suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat, kesimpulan, atau keputusan yang akan atau telah diambil.
  7. Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi.
  8. Menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis.
  9. Dengan mendengarkan semua keterangan yang dikemukakan oleh pembicara, pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu problem akan bertambah luas.

 

  • Kelemahan metode diskusi
  1. Tidak semua topik dapat dijadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan.
  2. Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu.
  3. Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi.
  4. Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat.
  5. Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara.
  6. Memungkinkan timbulnya rasa permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu daripada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai saingan, lebih rendah, remeh atau lebih bodoh.

 

  • Aplikasi dalam Pembelajaran

Metode diskusi adalah cara pembelajaran dengan memunculkan masalah. Dalam diskusi terjadi tukar menukar gagasan atau pendapat untuk memperoleh kesamaan pendapat. Dengan metode diskusi keberanian dan kreativitas siswa dalam mengemukakan gagasan menjadi terangsang, siswa terbiasa bertukar pikiran dengan teman, menghargai dan menerima pendapat orang lain, dan yang lebih penting melalui diskusi mereka akan belajar bertanggung jawab terhadap hasil pemikiran bersama.

 

  1. 4.    Metode Demonstrasi

Demonstrasi adalah metode yang digunakan pada pengajaran manipulatif dan keterampilan, pengembangan pengertian, untuk menunjukkan bagaimana melakukan praktik-praktik baru dan memperbaiki cara melakukan sesuatu.

 

Menurut Nursidik (2002) Jenis metode demonstrasi sebagai berikut:

1) Metode Demonstrasi Cara:

Demonstrasi cara menunjukkan bagaimana melakukan sesuatu. Hal ini termasuk bahan-bahan yang digunakan dalam pekerjaan yang sedang dikerjakan, memperlihatkan apa yang dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya, serta menjelaskan setiap langkah pengerjaannya. Biasanya dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat dan tidak memerlukan banyak biaya.

2) Metode Demonstrasi Hasil:

Demonstrasi hasil dimaksudkan untuk menunjukan hasil dari beberapa praktik dengan menggunakan bukti-bukti yang dapat dilihat, didengar, dan dirasakan.

 

  • Kelebihan
  1. Demonstrasi menarik dan menahan perhatian
  2. Demonstrasi menghadirkan subjek dengan cara mudah dipahami
  3. Demonstrasi menyajikan hal-hal yang meragukan apakah dapat atau tidak dapat dikerjakan.
  4. Metode demonstrasi adalah objektif dan nyata.
  5. Metode demonstrasi menunjukkan pelaksanaan ilmu pengetahuan dengan contoh.
  6. Demonstrasi mempercepat penyerapan langsung dari sumbernya.
  7. Dapat membantu mengembangkan kepemimpinan lokal
  8. Dapat memberikan bukti bagi praktik yang dianjurkan.
  9. Melihat sebelum melakukan. Manfaat bagi siswa dengan melihat sesuatu yang dilakukan sebelum mereka harus melakukannya sendiri.

 

  • Kelemahan
  1. Demonstrasi yang baik tidak mudah dilaksanakan. Keterampilan yang memadai diperlukan untuk melaksanakan demonstrasi yang baik.
  2. Metode demonstrasi terbatas hanya untuk jenis pengajaran tertentu.
  3. Demonstrasi hasil memerlukan waktu yang banyak dan agak mahal.
  4. Memerlukan banyak persiapan awal.
  5. Dapat dipengaruhi oleh cuaca.
  6. Dapat mengurangi kepercayaan jika tidak berhasil
  7. Tidak mengalami langsung. Sebuah demonstrasi bukan merupakan pengalaman langsung bagi siswa kecuali mereka mengikuti dari awal, sebagai guru adalah menunjukkan langkah atau keterampilan.

 

 

 

  • Aplikasi dalam Pembelajaran

Sebagai seorang guru sebaiknya menggunakan teknologi dan media untuk membantu demonstrasi di kelas. Misalnya, menyiapkan video dari demonstrasi di depan kelas, menunjukkan ke seluruh kelas dan berbicara dengan siswa tentang apa yang mereka lihat. Hal ini berguna untuk melakukan demonstrasi sehingga guru tidak perlu melakukan demonstrasi dan panduan pengamatan mereka pada waktu yang sama. Hal ini sangat efektif dengan prosedur yang kompleks. Juga, guru dapat menggunakan objek aktual untuk demonstrasi; hanya memastikan bahwa setiap orang akan memiliki pandangan yang benar mengenai apa yang ditayangkan.

Demonstrasi dapat digunakan pada seluruh kelas, kelompok kecil, atau individu yang membutuhkan sedikit tambahan penjelasan tentang bagaimana melakukan suatu tugas.

Siswa dapat memberikan demonstrasi kepada kelas mereka pada keterampilan atau prosedur baru yang telah mereka pelajari. Sebagai contoh, seorang siswa yang sudah tahu cara untuk memindahkan foto dari kamera digital ke komputer dapat meminta untuk menunjukkan teman-temannya atau kepada seluruh kelas. Menggunakan peralatan yang tersedia dalam laboratorium kimia antarsiswa dapat menampilkan kepada seluruh kelas mengenai prosedur tertentu yang mereka gunakan dalam menyelesaikan tugas.

Demonstrasi dalam kerucut Dale berada pada urutan ke-4 setelah dramatisasi, pengalaman buatan, dan pengalaman langsung. Metode ini memberikan porsi waktu 70% milik pengajar/ guru dan 30% milik siswa.

 

  1. 5.        Metode Resitasi

Biasanya metode ini digabung dengan metode “Pemberian Tugas Belajar”, setelah anak mengerjakan tugas-tugasnya, kemudian melaporkan hasil kerjanya untuk dievaluasi oleh guru, sebelum mengerjakan tugas-tugas yang berikut.

Macamnya       : a. Laporan lisan

                          b. laporan tertulis.

 

 

  • Kelebihan metode resitasi :
  1. Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
  2. Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri.
  • Kelemahan metode resitasi :
  1. Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
  2. Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
  3. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.

 

  1. 6.        Metode Eksperimen (Percobaan)

Metode eksperimen adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Metode eksperimen merupakan suatu metode mengajar yang menggunakan alat dan tempat tertentu dan dilakukan lebih dari satu kali.Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Juga siswa dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah.

Sama halnya dengan metode-metode lainnya, metode ini juga memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing.

  • Kelebihan
  1. Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.
  2. Memotivasi peserta didik untuk mengeksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi.
  3. Dapat membina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan.
  • Kelemahan
  1. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen.
  2. Memerlukan jangka waktu yang lama.
  3. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu sains dan teknologi.
  4. Aplikasi dalam Pembelajaran

 

Prosedur eksperimen menurut Roestiyah (2001:81) dalam kutipan blog Martiningsih (2007) adalah :

  1. Perlu dijelaskan kepada siswa tentang tujuan eksprimen,mereka harus memahami masalah yang akan dibuktikan melalui eksprimen.
  2. Memberi penjelasan kepada siswa tentang alat-alat serta bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam eksperimen, hal-hal yang harus dikontrol dengan ketat, urutan eksperimen, hal-hal yang perlu dicatat.
  3. Selama eksperimen berlangsung guru harus mengawasi pekerjaan siswa. Bila perlu memberi saran atau pertanyaan yang menunjang kesempurnaan jalannya eksperimen.
  4. Setelah eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasil penelitian siswa, mendiskusikan di kelas, dan mengevaluasi dengan tes atau tanya jawab.
  5. Dalam metode eksperimen, guru dapat mengembangkan keterlibatan fisik dan mental, serta emosional siswa. Siswa mendapat kesempatan untuk melatih ketrampilan proses agar memperoleh hasil belajar yang maksimal. Pengalaman yang dialami secara langsung dapat tertanam dalam ingatannya. Keterlibatan fisik dan mental serta emosional siswa diharapkan dapat diperkenalkan pada suatu cara atau kondisi pembelajaran yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan juga perilaku yang inovatif dan kreatif.

 

 

 

  1. Teileren

Teileren Method yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian,misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentusaja berkaitan dengan masalahnya

 

  1. Global (Ganze Model)

Metode Global yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisaridari materi tersebut.

 

  1. Peer Teaching Method

Peer Teaching Method adalah suatu sistem mengajar yang dilakukan oleh dua orang guru atau lebih, mengajar sejumlah anak yang mempunyai perbedaan-perbedaan baik minat, kemampuan maupun tingkat kelasnya.

Ciri-ciri Peer Teaching Method yang baik:

  1. Tiap anggota tim mempunyai pengertian dan pandangan yang searah tentang pengajaran yang akan dilakukannya.
  2. Cukup fasilitas yang diperlukan (ruangan, alat pelajaran) untuk kelompok-kelompok peserta didik.
  3. Masing-masing anggota tim mengambil bagian sesuai dengan minat dan kecakapannya dalam rangka keseluruhan pendidikan.
  4. Waktu tim bekerja diatur sebaik-baiknya sehingga tiap anggota mempunyai waktu yang cukup dan memungkinkan untuk mengadakan pertemuan-pertemuan diantara tim.
  5. Dapat mengelompokan peserta didik menurut minat kemampuannya masing-masing. Pengelompokan peserta didik hendaknya tidak terlalu besar, berkisar antara tiga atau lima orang.
  6. Tugas-tugas yang haris diselesaikan peserta didik janganlah terlalu sukar, etapi harus menarik dan mendorong peserta didik belajar dan menyelesaikannya.

 

 

  • Jenis-jenis team teaching:
  1. Team Teaching yang didasarkan atas mata pelajaran untuk kelas-kelas yang pararel. Misalnya pengajaran bahasa indonesia yang diberikan oleh dua orang guru untuk kelas IIIA dan IIIB. Guru yang seorang memberikan tata bahasa dan mengarang sedangkan guru yang lainnya mengajarkan kesusastraan dan puisi.
  2. Team Teaching yang mendasarkan atas mata pelajaran untuk kelas yang berbeda tingkatannya. Misalnya Bahasa Indonesia untuk kelas I dan II atau kelas III dan IV. Guru membuat tugas yang memungkinkan dapat dipilih peserta didik sesuai dengan kemampuan dan kecepatan peserta didik.
  3. Team Teaching yang didasarkan atas masalah-masalah yang dihadapi peserta didik, misalnya “menjernihkan air”. Prinsipnya sama saja dengan pengajaran unit. Pelaksanaannya dilakukan oleh bebrapa guru atas tanggung jawab bersama.
  4. Team tanpa kelas. Pada sekolah tanpa kelas terdapat ruang-ruang kerja seperti, ruang IPA, Bahasa, Sosial Studi, Musik, Olahraga, Kerajinan tangan, dan lain-lain. Pada tiap-tiap runag itu terdapat tugas-tugas yang harus diiselesaikan menurut minat dan kemampuan peserta didik masing-masing. Peserta didik mempunyai daftar tugas masing-masing yang harus diselesaikan pada waktu tertentu. Anak lulus atau tamat sekolah bila ia telah menyelesaikan tugas dengan baik.

 

  • Kelebihan Team Teaching
  1. Persiapan dan perencanaan mengajar lebih lengkap bila dikerjakan oleh team yang kompak dan penuh tanggung jawab.
  2. Bila salah seorang guru tidak dapat mengajar tidak perlu ada pembebasan kelas. Guru yang lainnya dapat melanjutkan pelajaran menurut rencana yang ditetapkan bersama.
  3. Guru-guru saling membantu bila diantara mereka (anggota) ada yang kurang memahami salah satu mata pelajaran.
  4. Anak-anak memperoleh sumber dan bahan pelajaran dari beberapa orang yang berbeda kecakapannya.
  5. Anak memilih dan melakukan tugas sesuai dengan minat dan kecakapan belejar masing-masing.
  6.  Team teaching memberi kesempatan terhadap ornag-orang yang mempunyai kecakapan khusus yang tidak mempunyai profesi guru, tetapi mau membantu guru mengajar.

 

  • Kekurangan Team Teaching
  1. Sukar membentuk suatu team yang kompak. Kadang-kadang dominasi kecakapan masing-masing guru sukar dihilangkan.
  2. Menciptakan dan mengatur organisasi kelas yang fleksibel yang memerlukan pemikiran yang cukup berat.
  3. Pimpinan kelompok yang kurang kuat, tidak dapat mengkoordinir usaha-usaha bersama. Team mudah kembali kepada kerja individual sehingga tanggung jawawb kelompok teabaikan.
  4. Kadang-kadang guru yang tidak mendapat giliran tugas mengajar tidak mengunakan waktunya untuk membuat persiapan dan perencanaan yang baik tetapi memandangnya sebagai waktu istirahat.
  5. Team dapat merugikan peserta didik bila didasarkan atas pertimbangan ekonomis, misalnya menggabungkan peserta didik/kelas supaya sedikit waktu giliran mengajar.

 

  1. Inquiry (Menemukan)

Pembelajaran inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristik, yang berasal dari bahasa Yunani yaitu heuriskein yang berarti “saya menemukan”. Strategi pembelajaran inquiry merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student centered approach). Dikatakan demikian karena dalam strategi ini siswa memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran.

 

  • Kelebihan metode inquiry:
  1. Strategi pembelajaran inquiry merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.
  2. Dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka. 
  3. Strategi pembelajaran inquiry merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
  4. Keuntungan lain adalah strategi pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, artinya siswa yang memiliki kemampuan belajar baik tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.
  • Kelemahan metode inquiry:
  1. Jika strategi pembelajaran inquiry sebagai strategi pembelajaran, maka akan sulit terkontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
  2. Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran karena terbentuk dengan kebiasaan siswa dalam beljar. 
  3. Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan. 

Kesimpulan

Dalam mencapai tujuan pembelajaran, seorang guru dituntut untuk memiliki kemampuan serta kreativitas dalam mengajar. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat maka diharapkan tujuan tersebut dapat tercapai. Dalam menerapkan berbagai macam metode pembelajaran, terdapat beberapa prinsip yang dapat menjadi pertimbangan guru dalam memilih metode mana yang lebih tepat, diantaranya:

  1. sifat dari pelajaran
  2. Alat-alat yang tersedia
  3. Besar atau kecilnya kelas
  4. Tenpat dan lingkungan
  5. Kesanggupan guru
  6. Banyak atau sedikitnya bahan
  7. Tujuan mata pelajaran itu

 

Macam-macam dari metode pembelajaran sendiri diantaranya:

  1. Metode Ceramah
  2. Metode Ceramah Plus
  3. Metode Diskusi
  4. Metode Demonstrasi
  5. Metode Resitasi
  6. Metode Eksperimen (Percobaan)
  7. Teileren
  8. Global (Ganze Model)
  9. Peer Teaching Method
  10. Inquiry

 

DAFTAR PUSTAKA

Anas, Khairul. 2012. Jenis-Jenis Metode Pembelajaran. (online). http://khairul-anas.blogspot.com/2012/05/jenis-jenis-metode-pembelajaran.html. diakses tanggal 17 Januari 2013.

Engkoswara. 1988. Dasar-Dasar Metodologi Pembelajaran. Jakarta: Bina Aksara.

Khan, Ikfar. 2012. Macam-Macam Metode Pembelajaran. (online). http://ikfarputriasrukhan.blogspot.com/2012/09/macam-macam-metode-pembelajaran.html. diakses tanggal 17 Januari 2013.

Roestiyah. 1994. Didaktik Metodik. Jakarta: Bumi Aksara.

Team Pembina Mata Kuliah Didaktik Metodik/Kurikulum IKIP Surabaya. 1981. Pengantar Didaktik Metodik Kurikulum PBM. Jakarta: CV. Rajawali.