Image

1.1  Latar Belakang

Hubungan masyarakat menjalankan fungsi dan tugas penerangan di dalam jajaran masing-masing. Perannya sebagai wahana komunikasi ke dalam maupun ke luar. Ke dalam berusaha menyelenggarakan komunikasi ke dalam tubuh organisasi, ke luar memberikan informasi kepada masyarakat dan lingkungan. Penyelenggaraan komunikasi ke dalam dan ke luar berfungsi menyaring (filterisasi), mengelola, dan menyajikan informasi yang diperlukan sehingga sesuai dengan kebutuhan komunikasi dari kelompok sasaran yang dituju. Mengelola dan menyaring masukan dari luar menyelenggarakan komunikasi yang sehat kepada masyarakat, sehingga mereka mendukung dan menyetujui apa yang diharapkan.

Komunikasi berfungsi sebagai jembatan yang menjembatani cita-cita dan aspirasi dengan masyarakat secara timbal balik, adanya semacam give dan take. Aspirasi dan cita-cita masyarakat tertampung sehingga mereka merasa ikut serta (peran serta) dan dengan sendirinya ada dukungan dan dorongan dari masyarakat.

Untuk mengatur hubungan antara sekolah dengan masyarakat tersebut dibutuhkan pengelolahan berupa manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai bentuk adanya komunikasi antar keduanya. Dengan demikian perlu pula bagi sekolah untuk membuat program hubungan sekolah dengan masyarakat agar tercipta komunikasi yang baik bagi sekolah dan masyarakat, program tersebut terkait dengan segala bentuk kegiatan yang akan dilakukan sekolah serta program kerja untuk bagian humas sekolah itu sendiri.

 

1.2  Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat?
  2. Apa saja prinsip-prinsip dari manajemen humas?
  3. Bagaimana proses pelaksanaan program kerja humas?
  4. Mengapa diperlukan analisis SWOT?
  5. Apa perbedaan dari analisis SWOT terhadap sekolah yang mempunyai dan tidak mempunyai program humas?

 

1.3  Tujuan

  1. Menjelaskan pengertian manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat.

2        Menjelaskan prinsip-prinsip dari manajemen humas.

3        Menjelaskan proses pelaksanaan program kerja humas.

4        Menjelaskan pengertian dan tujuan analisis SWOT.

5        Menjelaskan perbedaan dari analisis SWOT terhadap sekolah yang mempunyai dan tidak mempunyai program humas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

BAHASAN

 

2.1 Pengertian dan Tujuan Manajemen Humas

Menurut Sukirman (hal: 36-37) segala penataan yang berkaitan dengan kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat dimaksudkan untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah. Masyarakat dalam konteks ini mencakup orang-orang tua murid, badan/lembaga pemerintah/swasta, masyarakat pada umumnya yang berada disekitar sekolah dan/atau yang terkait dengan sekolah. Masyarakat sebenarnya merupakan laboratorium pendidikan yang tidak ternilai harganya baik dalam rangka mengembangkan pengetahuan, sikap/nilai maupun ketrampilan.

Menurut Tim Pakar Manajemen Pendidikan UM (2003: 122) keterlibatan masyarakat dalam bidang pendidikan merupakan upaya pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan bidang pendidikan, yang berarti mengikutsertakan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan. Masyarakat perlu membantu penyelenggaraan pendidikan agar kualitas pertumbuhan dan perkembangan pendidikan dapat dipacu secara cepat, akhirnya kualitas kehidupan masyarakat dapat meningkat.

            Manajemen keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan bertujuan untuk memahami pemberdayaan masyarakat dan swasta dalam penyelenggaraan pendidikan sehingga permasalahan di lapangan dapat diatasi, proses pendidikan dapat dilaksanakan dengan lancar, dan akhirnya kualitas pendidikan dapat meningkat.

 

2.2 Prinsip-Prinsip Manajemen Humas

Menurut Tim Pakar Manajemen Pendidikan UM (2003: 122-123) beberapa prinsip yang perlu diterapkan dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam bidang pendidikan menitikberatkan pada lembaga pendidikan yang mampu berkomunikasi secara aktif dengan masyarakat. Untuk itu perlu penerapan beberapa prinsip, yaitu:

  1. Fleksibilitas

Lembaga pendidikan hendaknya mempunyai program yang cukup lentur dan beradaptasi  secara terus menerus dengan perubahan-perubahan layanan lembaga lain di masyarakat. Perkembangan tuntutan masyarakat, pengetahuan, teknolgi yang begitu cepat perlu diikuti dengan program pendidikan yang relevan. Misalnya perkembangan teknologi komunikasi dalam era globalisasi yang sekarang sedang terjadi.

  1. Relevansi

Peran dan fungsi lembaga pendidikan hendaknya ditentukan sesuai dengan kondisi masyarakat yang menjadi latar belakang peserta didik. Hali ini perlu diperhatikan karena anak setelah menyelesaikan studi akan kembali ke masyarakat sebagai pengguna lulusan suatu lembaga pendidikan.

  1. Partisipasi

Lembaga pendidikan bersama masyarakat hendaknya mengembangkan program kegiatan dan layanan guna memperluas, memperbarui, memadukan pengalaman berbagai kelompok umur pada semua tingkatan. Lembaga pendidikan perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat ini.

  1. Komprehensi

Lembaga pendidikan harus selalu menghubungkan dirinya dengan masyarakat yang lebih luas, interen bangsa maupun secara internasional. Hal ini perlu dilakukan karena era global sudah mulai terjadi. Lulusan tidak hanya dipersiapkan untuk interen (lokal) tapi bisa diperluas sesuai dengan kebutuhan.

  1. Melembaga

Layanan efektif dalam masyarakat pada setiap warga Negara hanya dapat dicapai melalui organisasi, terutama organisasi pendidikan yang dikelola secara baik dalam memaksimalkan partisipasi masyarakat, kegiatannya perlu diorganisasi secara baik.

Partisipasi masyarakat dan warga sekolah dalam mewujudkan sekolah yang bermutu perlu dimaksimalkan. Makin tinggi tingkat partisipasi, makin besar rasa memiliki, makin besar rasa tanggung jawab dan akhirnya makin besar pula tingkat dedikasinya.

Prinsip-prinsip diatas perlu diterapkan karena pada umumnya masyarakat mau membantu lembaga pendidikan kalau lembaga pendidikan mampu menampakkan eksistensinya, mau menampakkan keberhasilannya. Dengan demikian bantuan yang diberikan oleh masyarakat perlu dimanfaatkan untuk penyelenggaraan dan pengembangan program pendidikan secara maksimal.

 

2.3 Program Manajemen Humas

Menurut Widjaja (2008: 61) sesuai peranannya sebagai pengabdi untuk kepentingan umum, sebagai mediator antara pimpinan dengan publik, dan sebagai dokumentator, maka program humas menitikberatkan pada:

  1. Program Pelayanan

Program ini berupa layanan data/informasi baik secara lisan maupun tertulis, termasuk penyelenggaraan display tetap dan pameran.

  1. Program Mediator

Program ini berupa penerbitan berbagai media massa, penyelenggaraan konperensi pers, wisata pers, menjawab surat pembaca, menanggapi tajuk rencana yang negatif dan lain-lain.

  1. Program Dokumentator

Program ini berupa pembuatan dokumentasi film, foto rekaman (kaset, audio dan video), transkrip pidato dan lain-lain.

 

2.4 Proses Pelaksanaan Tugas Humas

Menurut Widjaja (2008: 56) menyebutkan bahwa proses pelaksanaan tugas Humas terdiri dari:

  1. Menyelidiki dan mendengar (fact finding) Taraf research-listening atau fact-finding; meliputi penelitian pendapat, sikap dan reaksi orang-orang atau publik.disini dapat diketahui masalah apa yang sedang dihadapi.
  2. Mengambil ketentuan dan merencanakan (planning) setelah pendapat, sikap dan reaksi publik di analisa, lalu diintegrasikan atau diserahkan dengan kebijaksanaan dan kegiatan organisasi. Pada taraf ini bisa ditemukan “pilihan yang diambil”.
  3. Melaksanakan komunikasi (coomunicating) Rencana-rencana diatas harus dikomunikasikan dengan semua pihak yang bersangkutan dengan metode yang sesuai. Dalam tahap ini kita “menerangkan (menjelaskan) tindakan yang diambil dan apa alasan jatuhnya pilihan tersebut”.
  4. Penilaian (evaluation) dinilai segi-segi berhasil atau tidaknya, apa sebab-sebabnya, apa yang sudah dicapai, apa resep kemanjurannya dan apa faktor penghambatnnya. Bagaimana hasil pelaksanaan tugas dan apa sebab-sebabnya “itulah pertanyaan yang timbul dalam tahap ini”.

 

2.5 Pengertian Analisis SWOT

2.6 Tujuan Analisis SWOT

2.7 Prinsip-prinsip Analisis SWOT

2.8 Teknik Analisis SWOT

2.9 Analisis SWOT tentang Program Manajeman Humas

2.9.1 Sekolah Yang Memiliki Program Humas

No

Jenis Analisis

Hasil Analisis

1

Strength (Kekuatan)

–      Sekolah memiliki program yang jelas sebagai sarana menyampaikan ide/gagasan sekolah kepada masyarakat.

–      Sekolah mampu menjawab tuntutan masyarakat yang menginginkan kejelasan rogram kerja sekolah bagi peserta didik maupun masyarakat sekitar sekolah.

–      Sekolah memiliki arahan yang jelas mengenai program-program sekolah yang akan dicapai.

–      SDM yang menangani substansi Manajemen Humas memiliki arahan yang jelas mengenai program kerja yang akan dikerjakan kedepannya.

–      Masyarakat dapat secara mudah memahami dan mengerti akan kebutuhan sekolah.

–      Masyarakat dapat secara mudah mengikutsertakan perannya dalam segala kegiatan sekolah yang membutuhkan peran serta masyarakat.

–      Masyarakat merasa dipercaya oleh sekolah dalam proses pendidikan di sekolah.

–      Tercapainya komunikasi yang transparan oleh sekolah kepada masyarakat terhadap semua kegiatan yang dilakukan sekolah.

2

Weakness (Kelemahan)

–     Masyarakat yang kurang mengerti dan kurang peduli terhadap kegiatan sekolah akan bosan (ketika pertemuan/rapat) serta tidak memperdulikan adanya program sekolah tersebut.

–     Jika program humas terlalu banyak dikhawatirkan program-program tersebut tidak berjalan dan tidak terealisasi dengan baik.

3

Opportunities (Peluang)

–     Sekolah dapat mejaga kerahasiaan dokumen sekolah melalui pengamanan yang baik.

–     Melalui komite sekolah, dapat dibentuk paguyuban orang tua siswa yang secara rutin mengadakan rapat di sekolah untuk mensosialisasikan setiap program-program kegiatan sekolah.

4

Threat (Ancaman)

–     Dengan sekolah memiliki dokumen yang jelas dan baik mengenai program humasnya yang berupa printout, akan mudah ditiru sekolah lain.

–     Kegagalan program yang telah disampaikan sekolah kepada masyarakat akan membuat masyarakat semakin kritis untuk mencari tahu pertanggungjawaban sekolah atas kegagalan program tersebut.

 

2.9.2 Analisis SWOT Sekolah Yang Tidak Memiliki Program Humas

No

Jenis Analisis

Hasil Analisis

1

Strength (Kekuatan)

–      Sekolah dapat melakukan kegiatan secara bebas di dalam lingkungan sekolahnya tanpa ada pengawasan dari masyarakat.

–      Dapat meminimalisir anggaran dana yang ada.

2

Weakness (Kelemahan)

–     Bagi pihak sekolah (TAS ataupun guru-guru) tidak mengerti program-program apa saja yang dibuat dan yang akan dijalankan oleh pihak Humas.

–     Masyarakat yang tidak  mengerti dan kurang peduli terhadap kegiatan sekolah akan bosan serta tidak memperdulikan adanya program sekolah tersebut.

3

Opportunities (Peluang)

–     Sekolah mengadakan pelatihan pembuatan program humas

–     Sekolah juga dapat lebih transparan/lebih terbuka kepada masyarakat terhadap program-program humas pada periode kedepan.

4

Threat (Ancaman)

–     Tidak ada dukungan dari masyarakat sekitar

–     Kurang tersampainya ide/gagasan yang dimiliki sekolah kepada masyarakat dan sebaliknya

–      SDM yang menangani substansi Manajemen Humas tidak memiliki arahan yang jelas mengenai program kerja yang akan dikerjakan kedepannya.

 

 

DAFTAR RUJUKAN

 

Sukirman, Hartati. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Yogyakarta: FIP Universitas Negeri Yogyakarta.

Tim Pakar Manajemen Pendidikan. 2003. Manajemen Pendidikan (Analisis Substantif dan Aplikasinya dalam Institusi Pendidikan). Malang: UM.

Widjaja, H.A.W. 2008. Komunikasi (Komunikasi & Hubungan Masyarakat). Jakarta: PT. Bumi Aksara.